STUDI POTENSI BATUAN INDUK HIDROKARBON SATUAN BATULEMPUNG FORMASI RAMBATAN DAERAH WANGON SUB-CEKUNGAN BANYUMAS

Authors

  • Salatun Said UPN "Veteran"Yogyakarta
  • Teguh Jatmiko UPN "Veteran" Yogyakarta
  • Sugeng Widada UPN "Veteran" Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30588/jo.v4i1.719

Abstract

Identifikasi interval batuan yang mungkin memiliki potensi sebagai batuan induk adalah langkah pertama yang penting dalam eksplorasi hidrokarbon, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang batuan sedimen yang mengandung bahan organik dengan tingkat pemanasan dan waktu tertentu dapat menghasilkan hidrokarbon dalam bentuk minyak atau gas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fasies batuan dan potensi batuan induk hidrokarbon dari Satuan Batulempung Formasi Rambatan di Wilayah Wangon, Sub-Basin Banyumas. Berdasarkan data singkapan menunjukkan bahwa Formasi Rambatan di daerah penelitian sebagian besar terdiri dari serpih dengan interkalasi tipis batupasir. Formasi ini diendapkan di lingkungan laut dalam oleh arus turbid. Analisis geokimia untuk menentukan potensi dan kualitas batuan induk dilakukan pada empat sampel (BMS-28, KLP-27, KLP-31 dan BMS-120) serpih Rambatan. Analisis kualitas potensial dan sumber batuan menunjukkan konten TOC bervariasi dari 1,21% - 23,45% menunjukkan kualitas "sangat baik". Analisis Rock-Eval menunjukkan bahwa serpih dari sampel BMS-28 dan BMS-120 buruk sebagai batuan sumber hidrokarbon (S2 <2,5 kg / ton), sedangkan serpih dari sampel KLP-27 dan KLP-31 memiliki potensi yang baik sebagai batuan induk hidrokarbon (S2> 5 kg / ton). Semua sampel yang diambil dari Serpih Rambatan menunjukkan Ro <0,6 menunjukkan tingkat pematangan hidrokarbon belum tercapai. Nilai rendah HI BMS-28 dan BMS-120 (HI <100 mg HC / g TOC), mencerminkan bahwa batuan ini dapat diklasifikasikan sebagai batuan non-sumber, sedangkan sampel KLP-27 dan KLP-31 memiliki nilai HI 152 mg HC / g TOC dan 294 mg HC / g TOC akan cenderung menghasilkan gas dan minyak jika mencapai tingkat kematangan. Nilai HI antara 100-300 mgHC / g umumnya berasal dari tipe III dan II kerogen yang sebagian besar mengandung organisme darat dan laut.

Kata kunci: batuan induk, potensial, kualitas, dan kematangan

ABSTRACT

                Identification of rock intervals that may have as a source rock potential is the important first step in hydrocarbon exploration, therefore it is necessary to conduct research on the sedimentary rock containing organic matter which with a certain level of heat and time can produce hydrocarbons in the form of oil or gas. The objective of this study is to identify lithofacies and hydrocarbon source rock potential of Claystone Unit of the Rambatan Formation in the Wangon Area, Banyumas Sub-Basin.  Based on outcrop data showed that Rambatan Formation in the study area predominantly composed of shale with thin intercalation of sandstones. This formation was deposited in the deep marine environment by turbidity current. Geochemical analysis in order to determine the potential and quality of source rock was performed on four samples (BMS-28, KLP-27, KLP-31 and BMS-120) of Rambatan shale. The analysis of potential and source rock quality showed TOC content varied from 1.21% - 23.45% indicating “very good” quality. Rock-Eval analisys show that the shale from sample BMS-28 and BMS-120 are poor as hydrocarbon source rock (S2<2.5 kg / ton), while shale from samples KLP-27 and KLP-31 have good potential as hydrocarbon source rock (S2>5 kg / ton). All samples taken from Rambatan shale showed Ro <0.6 indicate hydrocarbon maturation level has not been reached. The low values HI of BMS-28 and BMS-120 (HI<100 mg HC / g TOC), reflects that this rock can be classified as non-source rock, while samples KLP-27 and KLP-31 have HI values of 152 mg HC/g TOC and 294 mg HC/g TOC will tend to produce gas and oil if it reaches maturation level. The values of HI between 100-300 mgHC/g are generally derived from type III and II kerogen which predominantly contain terrestrial and marine organism.

Keywords:  source rock, potential, quality, and maturity

References

Djuri. M,. Samodra,H., Amin, T.C., dan Gafour.S., 1996. Peta Geologi Lembar Purwokerto, Jawa, Skala 1:100.00, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Kastowo dan Suwarna, N., 1996, Geologi Lembar Majenang, Jawa, Skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Bordenave, M. L. (ed.), 1993. Applied Petroleum Geochemistry. Editions Technip, France, 524pp.

Asikin, S., Handoyo,A., Prastistho, B., Gafour, S., 1992. Peta Geologi Lembar Banyumas Jawa,Skala 1:100.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Walker, Roger G., James, Noel P., 1992. Facies Models Response To Sea Level Change, Geological Association of Canada, Canada.

Peters, K.E., 1986. Guidelines for evaluating petroleum source rock using programmed pyrolysis. American Association of Petroleum Geologists, Bulletin, 70, p.318-329.

Waples, D.W., 1985. Organic Geochemistry for Exploration Geologist. International Human Resources Development Corp., Boston, 232 h.

Tissot, B.P. dan Welte, D.H., 1984. Petroleum Formation and Occurrence, Edisi Kedua, Springer-Verlag, Berlin, 699 h.

Downloads

Published

2020-06-28

How to Cite

Said, S., Jatmiko, T., & Widada, S. (2020). STUDI POTENSI BATUAN INDUK HIDROKARBON SATUAN BATULEMPUNG FORMASI RAMBATAN DAERAH WANGON SUB-CEKUNGAN BANYUMAS. Jurnal Offshore: Oil, Production Facilities and Renewable Energy, 4(1). https://doi.org/10.30588/jo.v4i1.719

Most read articles by the same author(s)