Potensi Cadangan Panas Bumi dengan Metoda Volumetrik Pada Sumur Saka-1 Lapangan Panas Bumi “X” Kabupaten Lembata NusaTenggara Timur

Sari Wulandari Hafsari, Akhmad Rading

Abstract


Secara geologi Indonesia berada di zona Sabuk Api atau busur vulkanik yang merupakan produk konvergensi berupa subduksi antara lempeng Samudra Hindia-Australia dengan lempeng benua Asia berdasarkan konsep Tektonik lempeng. Potensi Panas bumi Indonesia tercatat sebagai yang terbesar ketiga di dunia dengan potensi cadangan 40%, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi 256 daerah panas bumi dengan total potensi mencapai atau sekira 28.617 MW Penggunaan potensi panas bumi Indonesia hingga Tahun 2016 baru mencapai 4% atau sekira 1341 MW sehingga masih perlu ditingkatkan. Target pemerintah tentang kebijakan Energi Nasional terkait penggunaan energi terbarukan sebesar 25% pada tahun 2015, memicu peningkatan kegiatan pencarian dan eksplorasi panas bumi.

Penyelidikan Direktorat Inventarisasi ESDM (2006) di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mencatat tiga lapangan potensi panas bumi yakni : Atadei, Roma dan Adum. Sumber panas bumi umumnya berasosiasi dengan gunungapi menjelang padam maupun masih aktif. Syarat terbentuknya panas bumi adalah adanya sumber panas (magma), batuan reservoir, batuan penudung dan akuifer. Hasil inventarisasi dan eksplorasi. Tulisan ini difokuskan pada perhitungan cadangan yakni energi panas bumi yang kenyataannya dapat diambil dan potensi listrik yang dapat dibangkitkan pada lapangan panas bumi X Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Tahapan awal dari upaya untuk mengetahui potensi energi panas bumi dimulai dari eksplorasi terencana dan terpadu yang meliputi kegiatan survey geologi, geokimia, geofisika, landaian suhu dan pemboran uji/eksplorasi panas bumi yang diakhiri dengan kegiatan pemboran sumur produksi serta pembangkit power plant untuk listrik jika hasil pemboran uji memberikan gambaran yang positif serta faktor kebutuhan akan energi/listrik.

Cadangan energi panas bumi yang kenyataannya dapat diambil di Lapangan panas bumi X adalah 3,94 x 10 11 KJ dan besarnya potensi listrik yang dapat dibangkitkan adalah sebesar 41 Mwe Sehingga Lapangan panas bumi X prospek dan layak untuk dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), sehingga kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Lembata
sebesar 5 Mwe dapat terpenuhi.


Full Text:

PDF


Free counters!